Tunas Insan Mulia | Metode Pembelajaran


Metode Pembelajaran

Misi Sekolah Karakter adalah membentuk anak didik dengan karakteristik yang mencakup 9 Pilar Karakter

Belajar untuk:

  1. Mencintai Tuhan dan Segenap Ciptaan-Nya (Bersyukur,Setia/Menjaga/Menghormati seluruh Ciptaan Tuhan)
  2. Bertanggung Jawab dan Mandiri (Disiplin, Menjaga Ketertiban,Berdikari,dan Selalu Mencoba yang Terbaik)
  3. Memiliki Integritas (Dapat Dipercaya, Dapat Diandalkan, dan Jujur)
  4. Memperlakukan Orang Lain dengan Baik (Hormat, Santun, dan Diplomatis)
  5. Menjadi Dermawan, Peduli/Suka Menolong dan Bekerjasama
  6. Memiliki sikap Kreatif, Percaya Diri, Tegas, Cerdas/Penuh Ide,Antusias/Penuh Tekad
  7. Memiliki Sikap Kepemimpinan (Adil, Berani Bertindak/Mengajak Kebaikan, dan Kualitas Baik Lainnya)
  8. Menjadi Teman Baik (Baik, Rendah Hati, Sederhana)
  9. Hidup bahagia dan Damai Bersama (Toleransi, Fleksibel, Pemaaf,Menjaga Persatuan
  10. K4- Menjaga Kesehatan, Kebersihan, Kerapihan, dan Keamanan

Sehingga anak didik memiliki karakter berikut:

  • Cinta Belajar: memiliki rasa ingin tahu tinggi, minat baca tinggi, aktif, dan antusias
  • Memiliki Pola Pikir Konstruktif/Higher Order Thinking Skills: kreatif, kritis,analitis, reflektif dan terbuka
  • Menguasai Life Skills: problem solver, komunikator yang efektif, mudah beradaptasi, mampu menghadapi tantangan, dan berani mengambil resiko.
  • Bermanfaat Bagi Lingkungan: Model Pendidikan Holistik Berbasis Karakter menekankan pengembangan seluruh dimensi manusia yang memfokuskan pada potensi akademik, emosi, sosial, motorik, artistik, kreativitas, dan spiritual. Model ini dapat menciptakan manusia yang menghargai kehidupan yang dapat berpikir melampaui batas dirinya, dan manfaat/kontribusi apa yang dapat mereka berikan kepada masyarakat.

METODE PEMBELAJARAN:

Berhubung model PHBK fokusnya adalah Character Building, maka penciptaan lingkungan belajar yang kondusif (positive, stress-free, caring environment) adalah syarat mutlak agar pembentukan karakter anak dapat terbentuk. Misalnya terbentuknya kelekatan emosi yang kuat antara pihak sekolah dan siswa, antar siswa, dan antara orangtua-sekolah, sehingga internalisasi nilai-nilai yang diberikan akan mudah diserap oleh siswa, dan siswa akan mempunyai komitmen untuk menjadikan nilai-nilai luhur sebagai prinsip kehidupannya.

  • Proses pembelajaran adalah aktif yang membuat siswa termotivasi dari dalam serta menggairahkan spirit siswa.
  • Memperhatikan keunikan setiap anak (kecerdasan majemuk), didukung oleh para guru yang berkualitas.
  • Beberapa konsep/teori dituangkan dalam materi training guru, pembuatan modul, dan penerapannya dalam proses pembelajaran di kelas:
  • Menggunakan metode pendidikan yang sesuai dengan tahapan umur (prinsip DAP – Pendidikan yang Patut dan Menyenangkan)
  • Menerapkan prinsip belajar aktif, pembelajaran terintegrasi, belajar ramah otak (brain-based learning), belajar yang menumbuhkan rasa ingin tahu anak(inquiry-based learning), pembelajaran kontekstual, belajar dengan praktek nyata, belajar bekerja dalam tim, manajemen kelas efektif, dan komunikasi positif.
  • Menerapkan sistem penilaian/evaluasi siswa yang khusus (portfolio, presentasi hasil kerja, pameran hasil kerja, esai, self-assessment dll).
  • Menerapkan pendidikan karakter dengan pendekatan unik:
  • Secara eksplisit, sistematis, dan berkesinambungan
  • Metode mengetahui kebajikan, mencintai, dan melakukannya.
  • Refleksi dan pemahaman pilar karakter setiap hari
  • Mengintegrasikan pilar karakter pada setiap kegiatan sentra pembelajaran terintegrasi, tematis berbasiskan karakter)
  • Membacakan lebih dari 120 buku cerita yang bertemakan pilar karakter (khusus untuk TK), dan buku-buku cerita bertemakan pilar karakter di perspustakaan (untuk SD)
  • Menggunakan permainan edukatif dan alat bantu yang membangun karakter
  • Keterlibatan aktif orangtua

Sekolah Karakter mempunyai standar penerimaan guru dan staf sekolah yang ketat. Setiap guru yang mengajar di Sekolah Karakter wajib untuk mendapatkan lisensi mengajar dari IHF, yang dapat diperoleh dengan mengikuti training, observasi dan magang yang dilakukan oleh iHF. Sistem training guru diarahkan untuk menanamkan high spirit of teaching, serta membentuk sikap guru yang dapat menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan

  1. Guru yang memberikan kedamaian, santun, dan mampu berkomunikasi secara positif dan efektif baik kepada siswa maupun kepada orangtua.
  2. Guru yang dapat berinterkasi dengan siswa sehingga dapat menimbulkan rasa disayang, dihargai, dihormati, dimengerti, dan rasa aman pada para siswa.
  3. Guru yang dapat menghargai/mengerti akan keunikan dan kemampuan masing-masing siswa, sehingga setiap siswa merasa diterima.
  4. Guru yang mampu menumbuhkan rasa toleransi terhadap segala perbedaan latar belakang siswa (budaya, suku, dan agama).
  5. Guru yang dapat memotivasi siswa bahwa berbuat kesalahan adalah kesempatan terbaik untuk belajar.

Selain memiliki standar kurikulum, pengajaran, dan training guru, Sekolah Karakter juga memiliki standar manajemen sekolah (struktur organisasi, sistem operasional sekolah, customer service, finance, marketing).

Sekolah Karakter mempunyai standar gedung/bangunan yang disesuaikan dengan filosofi model PHBK (memberikan peluang untuk siswa bereksplorasi, menyatu dengan alam).

Tunas Insan Mulia

Jl. Baturaden III No. 4 RT 04/07 Kel. Mekarjaya Kec. Rancasari Kota Bandung 40287


+6281320709994
pengajarsdtim@gmail.com